Perilaku Hidup Positif dan Memiliki Sifat Keuangan
Hello There,
Pernahkah kita pikirkan kenapa sebagian orang bisa memiliki kehidupan yang semakin meningkat dimana yang lain memiliki kehidupan yang semakin turun?
Atau mengapa ada orang yang selalu kekurangan sekalipun memiliki gaji lebih banyak?
PErtama hal tersebut dipengaruhi oleh Perilaku hidup positif,
* Perkatakan hal-hal yang baik, jangan mengeluh, didalam Alkitab dikatakan jangan lupa memperkatakan perintah Tuhan, dengan kata lain kita selalu punya kecenderungan untuk lupa akan hal-hal yang baik
* Relatif malas, contoh: bunyikan alarm di hari Libur dimana kita tidak ada kegiatan pasti namun kegiatan yang bisa meningkatkan diri kita sendiri seperti olahraga, pemikiran masa depan, planning dan hal lain yang jarang kita lakukan tapi itu baik. Jika kita matikan alarm dan terus tidur lagi. Maka kita adalah termasuk orang yang akan berjalan hanya jika ada paksaan saja. It's not too bad tapi kurang baik
Kemudian untuk masalah finansial itu karena kita adalah produk dari keborosan kita sendiri:
* Coba lihat : pak Boros memiliki uang Rp. 5.000.000 TUnai yang dipegangnya, kemudian,
pak Boros melihat teman-temannya beli Motor katakan Jupiter MX yang berharga 14.500.000
pak Boros sudah punya motor tahun 1997 Honda Supra yang masih bisa digunakan dengan baik,
maka pak Boros karena ingin terlihat keren dan dipromosi oleh dealer motor bahwa motor ini baik dan
bisa KREDIT, maka pak Boros memutuskan untuk mencicil dengan uang muka 3 Juta dan cicilan
500.000 perbulan.
Dari contoh diatas pak Boros tentu mencicil bertahun-tahun dan mendapat Jupiter MX tersebut, dan
Kalau 4 Tahun kemudian dijual tentu MX pasti turun harga bukan? tidak mungkin bisa naik jadi 19 Juta
Jika dibanding dengan nilai KReditnya.
Kalaupun pak Boros sanggup untuk kerja dengan baik, nanti pasti mencicil lagi mobil dan barang lain
yang jelas tidak punya nilai jual lebih dibanding saat membeli. Pak Boros akan hidup dengan gaya hidup
mewah dan menjadi korban dari Iklan yang ditontonnya dan korban mode juga.
Bukan berarti hidup enak itu tidak boleh loh,belum selesai ya. Berikutnya Bapak BOros punya handphone lama yang dipakainya selama 2 Tahun, anggaplah berwarna biasa-biasa
saja. Tapi karena Istrinya ingin punya handphone yang bagus sekalipun penghasilan Pak Boros adalaah
2 Juta perbulan saja, tapi ingin membeli handphone seharga 2.5 Juta. Dalam hal ini tentu Bapak Boros
akan semakin bangkrut sebab Handphone bukan barang yang diperlukan dalam hidup untuk mahalnya
cukup handphone seharga 250.000 saja. Dan sisa uangnya bisa digunakan untuk menabung
Kalau anda tidak setuju dengan nasihat membeli barang yang biasa saja meski punya uang yang cukup
dan uang sisanya bisa dialokasikan untuk tabungan dan investasi, anda perlu berpikir dengan
anda sendiri , mengapa saya seperti ini, mengapa saya mudah diarahkan IKLAN dan KREDIT untuk
bergaya mewah.
Atention: gaya hidup mewah (gaya hidup maksimal uang untuk barang yang tidak akan naik nilainya,
karena ingin terlihat baik dan gampang diarahkan iklan plus KREDIT)
anda akan membantu uang berputar lebih baik, negara lebih jalan
untuk sektor uang dan kredit tapi membunuh masa depan anda dan keluarga anda jika berlebihan
Contoh sebaliknya, tentu Bapak Hemat, bapak Hemat memiliki uang 4.000.000 RUpiah dan motor
1996 Honda Supra nya yang masih bisa digunakan (2009 sekarang). Bapak Hemat menjaga baik-baik
motornya dan karena masih bisa digunakan uang tersebut ditaruhnya di deposit, dengan asumsi
Bapak Hemat tahu investasi saham berbahaya. Lambatlaun setelah 4 Tahun tabungan Bapak Hemat
karena menabung dengan tekun dan penghasilan perbulan 2.000.000 nya diambil 500.000 untuk
menabung bukan untuk mencicil motor maka menjadi 28.000.000 sebab dibungakan deposit standart.
Sementara pak Boros tadi punya tabungan 2.000.000 dan sebuah motor MX yang jika dijual lagi
tidak akan laku lebih dari 9 Juta rupiah. (Model baru keluar lagi dan faktor usia motor). Sekarang
Jika hanya 4 tahun, tapi jika hal ini sampai 20 Tahun, dan Bapak Hemat menyisihkan sebagian dari
penghasilannya untuk ORI pemerintah (Surat Utang Negara) dan 10 % untuk Reksadana (ada potential
loss) maka Bapak Hemat bisa diperkirakan memiliki uang Ratusan Juta Rupiah dan Bapak Boros akan
terus terjebak dalam KREDIT plus kesehatan yang menurun sebab gaya hidup kredit menyebabkan
jantung dan darah Tinggi. Tentu tidak semudah yang dibayangkan, bapak Hemat tentu akan
Iri juga melihat orang lain bebas membelanjakan uangnya sementara dia sederhana sekalipun beruang.
Hanya saja bapak Hemat hidup dengan tenang dan siap untuk mengalami tantangan keuangan sebab
terbiasa low profile.
KALAU kita setuju dengan bapak Hemat, maka bisa dilanjutkan:
Tips untuk mencapai keuangan sehat, setelah bekerja keras (mengatur keuangan), jangan lupa bergaya hidup sehat yaitu punya sifat KEUANGAN:
Dari 100 % uang kita Brutto:
* Sisihkan untuk Pajak , ingat ini penting
* 10%an berikan untuk perpuluhan / sumbangan kepada orang lain , hal ini akan mendatangkan berkat dan bukan cinta uang, tapi bisa menghargai uang dan menjadwal kebutuhan
* uang tetap untuk listrik, air dll yang pasti, ingat jangan digunakan secara boros, usahakan apapun yang terjadi sisakan uang untuk Net adalah minimal 500.000 perbulan atau kalau tidak mungkin 200.000 juga oke dan jangan sampai kalau penghasilan 2 juta biaya pendidikan anak disekolah mahal, ingat sekolah mahal tidak penting sebab yang penting adalah pendidikan moralnya, baik kalau memang uangnya ada, sisakan jika penghasilan 2 Juta lebih minimal 20 % untuk hal berikut u/ NET.
Dari 100 % uang net:
* Sisihkan 10%-20% untuk Reksadana , jangan saham jika uangnya sedikit (kurang dari 3.000.000 u/ net income)
* Sisihkan 30%-40% untuk Deposito dan tabungan aman, biarkan berbunga, di bank besar walau bunga tidak tinggi dan masih tergerus inflasi.
* sekitar 5%-10% untuk asuransi jiwa dan kesehatan
* Sisihkan 20 % untuk belanja atau ditabung u/ beli barang sekondari seperti kulkas, makanan enak sekeluarga, penting untuk kebersamaan keluarga
* Sisihkan 20 % ditahapan untuk persiapan mencicil rumah atau motor (jika sangat diperlukan)
Untuk MOTOR jangan BELI BARU kecuali punya uang tunai setara dengan motor tersebut, jika tidak hanya menambah masalah. Beli Bekas asal dibawa dulu dan cek di bengkel yang terpercaya akan kondisi motor, tampang jelak oke asal tidak bermasalah, juga aman dari penjahat)
Hal yang boleh mengganggu pembagian uang tersebut :
* Pembelian Rumah(Hati2,teliti dan survei sebelum membeli) , sebab rumah relatif bisa meningkat
* Pembelian Tanah(Hati2,teliti dan survei sebelum membeli)
* Emas , yang ini tidak selalu menguntungkan sebab nilai jual dipotong oleh potongan jika harganya naik,
dan lagi 2009 ini emas bukannya naik tapi sulit jual. sebab kebutuhan pokok sekarang meningkat dan
orang suka GadGet dibanding Emas
* Sukuk / SUN Pemerintah, ok tapi jangan over
- Tidak pernah u/ saham hanya karena nilainya turun, yang ini banyak yang jatuh disini
Lakukan sekarang dan dalam 5 tahun saja sudah terasa kesederhanaan ini akan memberikan
rasa percaya diri, kerendahan hati dan tekanana darah lebih stabil.

.
For keluarga anda yang lebih berbahagia
Lakukanlah jika anda mencintai keluarga anda, istri dan anak-anak anda, didiklah dengan baik.
By Luckman Raharja, member of :
http://www.modegrosir.com